SuaraSahabat, Lebak - Pengurus PKC PMII Banten meluncurkan Gerakan 5.000 Beasiswa untuk meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah desa. Gerakan ini dilatarbelakangi oleh angka putus sekolah yang masih tinggi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan.
"Pendidikan adalah akar utama pembangunan sumber daya manusia unggul, khususnya di wilayah desa," kata Sahabat Rohati, Pengurus PKC PMII Banten, saat melakukan silaturahmi dengan Kepala Desa Sumur Bandung dan Kepala Desa Pasir Gintung, Cikulur (13/1).
Langkah ini diapresiasi langsung Kepala Desa Sumur Bandung, ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tersebut.
"Pendidikan adalah kunci kemajuan desa, dan kami siap mensosialisasikan beasiswa ini kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Gintung melihat gerakan ini sebagai harapan baru bagi masyarakat desa untuk kembali bermimpi menempuh pendidikan tinggi.
"Gerakan ini menjadi semangat dan harapan baru untuk masyarakat yang masih ingin menempuh pendidikan yang lebih tinggi," ujarnya.
Pengurus PKC PMII Banten, Sahabat Jawir, menegaskan bahwa pendataan calon penerima beasiswa sangat penting untuk memastikan program tepat sasaran.
"Kami berharap kepala desa dapat mensosialisasikan beasiswa ini kepada seluruh masyarakat," katanya.
Sementara itu Ketua PKC PMII Banten Winah Setiawati menyambut baik, dirinya menyebut gerakan ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah, membuka akses pendidikan lanjutan, dan meningkatkan kualitas SDM desa.
"Kami ingin memastikan pendidikan kembali menjadi jalan harapan bagi generasi muda di desa," tambahnya.
Terahir Ketua PKC PMII Banten berharap Gerakan 5.000 Beasiswa ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di desa.
"Kami percaya, banyak mimpi anak-anak desa yang tertunda bukan karena malas, tetapi karena keadaan. Maka hari ini, kami memilih hadir bersama desa, bersama masyarakat, bersama akar rumput untuk memastikan pendidikan kembali menjadi jalan harapan," tutup Wina Setiawati.