Kepemimpinan KOPRI PKC PMII Banten Masuki Masa Transisi, Rohati Ditunjuk sebagai Plt Ketua

Kepemimpinan KOPRI PKC PMII Banten Masuki Masa Transisi, Rohati Ditunjuk sebagai Plt Ketua

Sumber: PKC PMII Banten

Kepemimpinan KOPRI PKC PMII Banten Masuki Masa Transisi, Rohati Ditunjuk sebagai Plt Ketua

suarasahabat.com, BANTEN — Kepemimpinan di tubuh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Provinsi Banten tengah memasuki fase transisi organisasi. Hal tersebut menyusul keputusan Ketua KOPRI PKC PMII Banten periode 2025–2027, Novi Oktaviani, yang mengajukan izin sementara dari jabatannya karena faktor pekerjaan dan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih dalam beberapa bulan ke depan.

Melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 004.KOPRI.PKC.VIII.V-06.001.A-1.05.2026 tertanggal 14 Mei 2026, Novi Oktaviani menyampaikan bahwa dirinya untuk sementara tidak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal sebagai Ketua KOPRI PKC PMII Banten. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa masa transisi kepemimpinan akan berlangsung selama dua bulan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.

Keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kesepakatan bersama antara Badan Pengurus Harian (BPH) KOPRI PKC PMII Banten dan Ketua KOPRI Cabang PMII se-Provinsi Banten. Dalam pernyataan sikap yang dipublikasikan melalui media sosial resmi KOPRI PKC PMII Banten, disampaikan bahwa kepemimpinan organisasi tidak boleh berpusat pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan harus berpijak pada semangat kolektif, musyawarah, dan keberlanjutan kaderisasi perempuan.

“Mencermati dinamika kepemimpinan di lingkungan KOPRI PKC PMII Banten saat ini, kami bersama Ketua KOPRI Cabang PMII se-Provinsi Banten menyepakati atas Plt Ketua KOPRI PKC PMII Banten,” tulis pernyataan tersebut.

Dalam narasi yang sama, pengurus menegaskan bahwa KOPRI merupakan ruang perjuangan kaderisasi perempuan yang harus dijalankan secara inklusif dan progresif. Organisasi dinilai tidak boleh menjadi arena pembuktian eksistensi maupun ambisi personal, sebab hal tersebut berpotensi menghambat komunikasi dan perkembangan kaderisasi di wilayah Banten.

Sebagai tindak lanjut dari masa transisi tersebut, Sahabati Rohati resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KOPRI PKC PMII Provinsi Banten. Penunjukan itu disebut telah melalui kesepakatan rapat pleno BPH KOPRI PKC PMII Banten bersama Ketua KOPRI Cabang PMII se-Provinsi Banten dengan mengedepankan asas mufakat demi menjaga stabilitas organisasi.

Dalam unggahan resmi PKC PMII Banten, dijelaskan bahwa penunjukan Plt Ketua bukan didasarkan pada ego sektoral maupun kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai langkah objektif untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi di tengah kondisi ketua definitif yang tengah terbagi fokusnya pada pekerjaan dan kesehatan.

Pengurus juga menekankan pentingnya kepemimpinan transisi dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari diskriminasi. Mereka berharap seluruh kader dapat tetap menjaga kondusivitas organisasi dan mengembalikan arah gerakan pada khittah perjuangan PMII yang progresif dan berpihak pada penguatan kader perempuan.

“PMII Banten terlalu besar untuk dipersempit oleh ego personal. Mari kembalikan marwah gerakan ini pada khittah perjuangan yang progresif demi masa depan kader putri se-Provinsi Banten,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.

Dengan adanya penunjukan Plt Ketua ini, KOPRI PKC PMII Banten berharap seluruh program kaderisasi dan agenda organisasi tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Masa transisi kepemimpinan diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan solidaritas kader demi menjaga eksistensi serta marwah organisasi perempuan PMII di Provinsi Banten.

Terpopuler

Lihat Semua

Berita Terkini

Lihat Semua