"Menjaga Kesehatan Mental dalam Ruang yang Kita Bangun Bersama"

"Menjaga Kesehatan Mental dalam Ruang yang Kita Bangun Bersama"

Oleh: Yayu Fitri Baqiyatus Solihat

Ketua KOPRI PK. PMII UIN SMH Banten Periode 2025-2026

 

Organisasi, pada dasarnya, bukan hanya tentang struktur, program kerja, atau pencapaian. Ia adalah ruang bertumbuh, tempat di mana individu-individu dengan latar belakang berbeda berkumpul, belajar, dan saling menguatkan.

Terlebih dalam ruang yang diperuntukkan bagi perempuan, harapannya menjadi lebih dari sekadar tempat berkegiatan. Ia diharapkan menjadi ruang aman. Tempat untuk saling memahami, saling mendukung, dan saling menjaga.

Namun, dalam realitasnya, menjaga ruang seperti itu bukanlah hal yang sederhana.

Di tengah dinamika organisasi, sering kali kita dihadapkan pada perbedaan pendapat, kepentingan, dan cara pandang. Itu adalah hal yang wajar. Justru dari situlah proses belajar terjadi. Tetapi yang perlu disadari, dinamika yang tidak diiringi dengan empati dan kesadaran diri dapat perlahan berubah menjadi tekanan, yang tanpa disadari berdampak pada kesehatan mental anggotanya.

Kesehatan mental dalam organisasi sering kali dianggap sebagai hal yang tidak terlihat, sehingga mudah diabaikan. Padahal, rasa lelah, tidak didengar, atau merasa tidak nyaman dalam sebuah ruang, adalah hal-hal nyata yang dialami banyak orang.

Pertanyaannya, sudahkah kita cukup peka terhadap hal itu?

Sudahkah kita menciptakan ruang di mana setiap orang merasa aman untuk berbicara?

Sudahkah kita mendengarkan, bukan sekadar merespons?

Sudahkah kita menempatkan empati di atas ego?

Menjaga kesehatan mental dalam organisasi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama. Ia dimulai dari hal-hal sederhana, cara kita berbicara, cara kita menyikapi perbedaan, dan cara kita memperlakukan satu sama lain.

Ruang yang sehat tidak terbentuk dari kesempurnaan, tetapi dari kesadaran. Kesadaran bahwa setiap orang sedang berproses. Kesadaran bahwa setiap individu membawa beban yang mungkin tidak terlihat.

Terutama dalam ruang perempuan, di mana seharusnya solidaritas menjadi fondasi utama, penting untuk kembali menguatkan nilai saling merangkul, bukan menjauhkan. Saling menguatkan, bukan melemahkan.

Maka, mungkin yang perlu kita lakukan hari ini bukan mencari siapa yang salah atau benar, melainkan mulai bertanya: sudahkah kita menjadi bagian dari ruang yang ingin kita rasakan?

Karena pada akhirnya, ruang aman tidak tercipta dengan sendirinya. Ia dibangun oleh sikap, oleh kesadaran, dan oleh pilihan kita untuk saling menjaga.

Dan itu adalah tanggung jawab kita bersama.

Mari mulai lebih peka terhadap satu sama lain.

Lebih banyak mendengar, lebih sedikit menghakimi.

Lebih banyak merangkul, lebih sedikit menjauhkan.

Karena organisasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang bertahan paling kuat, tetapi tentang bagaimana kita saling menguatkan agar tidak ada yang merasa sendirian di dalamnya.

Sudah saatnya kita menyadari, bahwa menjaga kesehatan mental di dalam organisasi adalah bagian dari menjaga manusia di dalamnya.

#MentalHealthMatters

#KesehatanMental

#RuangAman

#PerempuanSalingJaga

#WomenSupportWomen

#BerprosesBersama

 

Terpopuler

Lihat Semua

Berita Terkini

Lihat Semua